Thursday, 28 August 2025

MI Darun Najah Biasakan Sambut Siswa di Gerbang Madrasah dengan Melibatkan Kepala dan Guru

 


MI Darun Najah Pagak Beji terus berupaya menciptakan suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan bagi para siswa sejak mereka menginjakkan kaki di madrasah. Salah satu tradisi positif yang diterapkan adalah kebiasaan menyambut siswa secara langsung di gerbang madrasah, yang melibatkan kepala madrasah serta para guru.

Kegiatan ini dilakukan setiap pagi sebelum pelajaran dimulai. Kepala madrasah bersama guru-guru berdiri di gerbang utama madrasah untuk menyapa siswa yang datang. Sambutan hangat ini bukan hanya sebagai bentuk penghormatan, tetapi juga untuk memupuk rasa kebersamaan dan keakraban antara pendidik dan peserta didik.

Kepala MI Darun Najah, Bapak Moh. Yasin, menjelaskan bahwa kebiasaan ini bertujuan membangun suasana positif yang mendukung proses pembelajaran. “Dengan menyambut siswa secara langsung, kami berharap mereka merasa dihargai dan termotivasi untuk menjalani hari belajar dengan semangat,” ujarnya.

Para guru pun ikut aktif memberikan salam dan motivasi singkat kepada siswa saat menyambut mereka. Hal ini juga menjadi momen yang baik untuk mengenal lebih dekat karakter dan kondisi siswa sebelum memasuki kelas.

Siswa-siswa MI Darun Najah sangat antusias dengan kebiasaan ini. Mereka merasa diterima dan diperhatikan, sehingga suasana hati menjadi lebih baik saat memulai kegiatan belajar. Selain itu, tradisi ini juga memperkuat ikatan emosional antara guru dan siswa, yang berkontribusi positif terhadap kedisiplinan dan prestasi belajar.

Melalui kebiasaan sederhana ini, MI Darun Najah menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang ramah, penuh perhatian, dan mendukung tumbuh kembang siswa secara optimal.


Wednesday, 27 August 2025

Upaya Kepala MI Darun Najah, Bapak Moch. Yasin, dalam Meningkatkan Pelayanan Sanitasi Siswa

 

Pada pagi hari yang cerah ini, saya melakukan observasi terhadap kegiatan Kepala MI Darun Najah, Bapak Moch. Yasin, yang tengah fokus berbenah dalam meningkatkan pelayanan di bidang kebutuhan sanitasi sekolah, khususnya kamar mandi siswa. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen beliau untuk menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan nyaman bagi seluruh siswa.

Sebagai Kepala MI Darun Najah, Bapak Moch. Yasin menyadari betul pentingnya fasilitas sanitasi yang memadai dalam menunjang kesehatan dan kebersihan siswa. Oleh karena itu, beliau secara aktif memantau dan mengawasi kondisi kamar mandi yang selama ini digunakan oleh para siswa. Dalam pengamatannya, beliau menemukan beberapa kekurangan yang perlu segera diperbaiki, seperti kebersihan yang kurang terjaga, kerusakan pada fasilitas, dan kurangnya sarana pendukung seperti tempat sabun dan wastafel yang layak.

Menanggapi hal tersebut, Kepala MI Darun Najah mengambil inisiatif untuk melakukan perbaikan menyeluruh pada kamar mandi siswa. Bapak Moch. Yasin berkoordinasi dengan petugas kebersihan dan tim tata usaha sekolah untuk membersihkan kamar mandi secara rutin serta melakukan perbaikan fasilitas yang rusak. Tidak hanya itu, beliau juga mengupayakan adanya penyediaan sabun cuci tangan, tisu, dan tempat sampah yang higienis untuk mendukung kebiasaan hidup bersih di kalangan siswa.

Selain aspek fisik, Kepala MI Darun Najah juga memberikan edukasi kepada siswa mengenai pentingnya menjaga kebersihan pribadi dan lingkungan, terutama di area kamar mandi. Bapak Moch. Yasin mengadakan sesi pendek dengan guru dan siswa untuk membahas tata cara penggunaan kamar mandi yang benar dan etika menjaga kebersihan bersama. Dengan pendekatan ini, beliau berharap setiap siswa dapat berperan aktif dalam menjaga fasilitas sanitasi agar tetap bersih dan sehat.

Kepedulian Kepala MI Darun Najah terhadap kebutuhan sanitasi ini tidak hanya berdampak pada kondisi fisik sekolah, tetapi juga pada kesehatan dan kenyamanan siswa saat belajar. Fasilitas kamar mandi yang bersih dan sehat mampu mengurangi risiko penyakit yang berkaitan dengan kebersihan, serta meningkatkan rasa percaya diri siswa dalam menjalani aktivitas sekolah sehari-hari.

Secara keseluruhan, upaya Kepala MI Darun Najah, Bapak Moch. Yasin, dalam meningkatkan pelayanan sanitasi khususnya kamar mandi siswa menunjukkan komitmen yang kuat terhadap peningkatan kualitas pendidikan melalui perhatian pada aspek kesehatan dan kebersihan. Langkah-langkah yang beliau ambil menjadi contoh nyata bagaimana kepemimpinan yang peduli dapat membawa perubahan positif di lingkungan sekolah.

Dengan kondisi sanitasi yang semakin membaik, diharapkan suasana belajar di MI Darun Najah menjadi lebih sehat, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang siswa secara optimal. Kepala sekolah yang proaktif seperti Bapak Moch. Yasin ini tentu menjadi inspirasi bagi seluruh warga sekolah untuk terus berupaya menciptakan lingkungan yang terbaik bagi anak-anak didik.

Sunday, 24 August 2025

Kajian Tafsir Surat Al Fajr



Pada Minggu, 24 Agustus 2025, pukul 20.00 hingga 21.15 WIB, Majelis Kajian Tafsir Rahmatan lil 'Alamin yang berlokasi di Dermo, Bangil, menyelenggarakan kajian tafsir Al-Qur'an yang disampaikan oleh **Prof. Dr. Husein Aziz, M.Ag**. Acara ini berfokus pada pembahasan **Surat Al-Fajr**, surat ke-89 dalam Al-Qur'an.

Dalam kajian tersebut, Prof. Husein Aziz menjelaskan secara mendalam tentang makna dan pelajaran yang terkandung dalam Surat Al-Fajr. Beliau menguraikan berbagai sumpah yang disebutkan di awal surat, seperti sumpah demi fajar, malam yang sepuluh, dan malam ketika berlalu. Sumpah-sumpah ini, menurut beliau, mengisyaratkan keagungan ciptaan Allah SWT dan menegaskan bahwa kebenaran akan selalu datang, sebagaimana datangnya waktu fajar setelah malam yang panjang.

Selain itu, Prof. Husein juga menyoroti kisah-kisah kaum terdahulu yang disebutkan dalam surat ini, seperti kaum 'Ad dan kaum Tsamud. Kisah-kisah tersebut, jelasnya, berfungsi sebagai peringatan bagi manusia agar tidak terjerumus ke dalam kesombongan, kezaliman, dan pengingkaran terhadap kebenaran. Beliau menekankan bahwa kekuasaan, kekayaan, dan kekuatan fisik tidak akan pernah bisa menyelamatkan seseorang dari azab Allah jika mereka berbuat kerusakan di muka bumi.

Kajian ditutup dengan penjelasan Prof. Husein Aziz tentang kondisi jiwa manusia di akhirat, di mana jiwa yang tenang (**_an-nafs al-muthma'innah_**) akan dipanggil oleh Allah untuk kembali kepada-Nya dengan penuh keridaan. Beliau mengajak para jamaah untuk senantiasa berintrospeksi dan berusaha menjadi pribadi yang memiliki jiwa tenang dengan cara meningkatkan ketakwaan dan memperbanyak amal saleh. Kajian berlangsung dengan khidmat dan penuh antusiasme dari para peserta yang hadir.

Saturday, 23 August 2025

Oh

 

Suara piring beradu dan tawa riang anak-anak menjadi melodi sore di rumah Norma. Seperti biasanya, Norma menyembunyikan badai di dalam hatinya, demi menjaga kedamaian semu itu. Di depannya, Raka, suaminya, terlihat bahagia bermain dengan dua putra mereka. Si sulung, Dika, berusia 10 tahun, dan adiknya, Rian, 7 tahun. Mereka tak tahu, rumah yang mereka anggap istana itu perlahan retak.

Beberapa bulan lalu, Norma tak sengaja melihat pesan di ponsel Raka. Pesan dari Menik, kolega suaminya di kantor. Awalnya biasa, lalu semakin intens. Norma mencoba menutup mata, menelan pil pahit. Ia mencoba percaya bahwa Raka akan sadar dan kembali ke pelukannya. Namun, harapan itu hancur saat ia melihat sendiri Raka dan Menik di sebuah restoran. Saling menyuapi, tertawa lepas. Hati Norma remuk, tetapi air matanya ia tahan, hanya tumpah saat ia sendirian di kamar.

"Demi anak-anak, demi Dika dan Rian," bisik Norma pada dirinya sendiri setiap kali ia merasa ingin meledak. Ia tak ingin anak-anaknya merasakan pedihnya keluarga yang hancur. Ia ingin Dika dan Rian tumbuh dengan figur ayah yang utuh, yang ia tahu hanya bisa ia jaga dengan bungkam. Ia biarkan Raka pulang larut, tak bertanya ke mana ia pergi. Ia biarkan suaminya mengabaikan hari jadi mereka, tak menuntut penjelasan. Ia rela membiarkan Menik menggerogoti suaminya, asalkan Dika dan Rian tidak kehilangan senyum mereka.

Tapi Menik semakin berani. Ia tak lagi sembunyi. Ia bahkan mengirimkan foto-foto Raka di tempat yang berbeda-beda, seolah ingin Norma tahu bahwa Raka adalah miliknya. Hati Norma teriris, ia mencoba tak membalas. Ia hanya ingin mempertahankan kedamaian keluarga kecilnya. Namun, Menik terus mengganggu, hingga akhirnya ia menelepon Norma langsung.

"Mbak, kenapa Mbak diam aja? Mas Raka udah milih aku," kata Menik dengan nada mengejek.

"Tolong, jangan ganggu saya dan keluarga saya," jawab Norma, suaranya bergetar.

"Apa yang bisa saya kasih ke anak-anak saya kalau saya cerein Mas Raka?" tanya Norma.

"Mendingan Mas Raka sama saya aja, Mbak. Mas Raka bilang dia udah bosan sama Mbak," Menik semakin menjadi.

Norma tak menjawab. Tangannya mengepal, menahan amarah yang membuncah. Ia menutup telepon. Ia merasa hina, harga dirinya diinjak-injak.

Malam itu, Raka pulang dalam keadaan kacau. Ia terduduk lemas di sofa, memijat kepalanya.

"Ada apa, Mas?" tanya Norma, pura-pura tidak tahu.

"Aku nggak tahu, Ma. Aku pusing," keluh Raka. "Sepertinya Menik udah di luar batas. Aku mau putus, tapi dia nggak mau. Dia terus-menerus mengancamku. Bahkan dia bilang, dia udah pelet aku," Raka menatap Norma.

"Pelet?" tanya Norma, nada suaranya datar.

"Iya, Ma. Aku nggak bisa jauh-jauh dari dia. Aku nggak tahu kenapa," Raka terlihat sangat menderita.

Hati Norma mencelos. Ia ingin tertawa, mengejek kebodohan suaminya, tetapi yang keluar hanyalah air mata. Ia tahu, Raka bukan dipelet. Raka hanya tak ingin bertanggung jawab atas perbuatannya. Raka ingin Norma yang menyelesaikannya. Norma sadar, ia tidak bisa lagi diam. Kedamaian yang ia pertahankan ternyata hanya kebohongan.

Di hadapan Raka, Norma berdiri tegak. Ia tak lagi terlihat lemah.

"Bukan Menik yang pelet Mas. Mas yang membiarkan dia masuk dalam hidup kita. Mas yang melepaskan kedamaian yang udah susah payah saya jaga. Mas yang merusak rumah ini," kata Norma, suaranya pelan tetapi menusuk. "Mas yang memilih untuk mengkhianati saya, anak-anak, dan janji suci kita."

Raka terdiam.

Norma menatap Raka dengan air mata yang mengalir. Ia membiarkan air mata itu tumpah, tanpa ditahan lagi. Air mata yang selama ini ia sembunyikan.

Buah duku buah rambutan

Dimakan bersama di bawah pohon

Hati teriris tak tertahankan

Bukan pelet, Mas, tapi perbuatanmu, kebohonganmu

    Jalan-jalan ke kota Medan

    Singgah sebentar membeli duren

    Telah kau campakkan janji yang kau ucapkan

    Cukup sudah, aku tak tahan lagi, lebih baik kita akhiri

Norma mengakhiri ucapannya dengan pantun. Raka hanya terdiam, tak bisa berkata-kata. Ia tahu, kedamaian di rumahnya sudah tak bisa diselamatkan. Norma pergi ke kamar, mengambil koper, lalu memasukkan semua baju anak-anak.

"Saya akan pergi, Mas. Jaga diri baik-baik," kata Norma sambil menarik koper anak-anaknya. Raka hanya melihat kepergian mereka. Dika dan Rian hanya bisa menangis melihat ayah dan ibu mereka yang tak lagi bersama. Rumah itu kini kosong, sunyi. Tidak ada lagi tawa riang anak-anak, hanya ada sepi yang ditinggalkan oleh kebohongan dan penghianatan.

Norma tak lagi mempedulikan pandangan orang lain. Ia telah kehilangan kedamaian hatinya, tak ada gunanya lagi menjaga harga diri Raka. Sekarang, satu-satunya yang penting baginya adalah kebahagiaan sejati anak-anaknya, meskipun ia harus berkorban.

Friday, 22 August 2025

MI Miftahul Huda 1 Kenep Sukses Gelar Perjusa, Lahirkan Generasi Mandiri


PASURUAN — MI Miftahul Huda 1 Kenep, Beji, Kabupaten Pasuruan, sukses menyelenggarakan Perkemahan Jumat Sabtu (Perjusa) pada 22-23 Agustus 2025. Kegiatan yang diikuti seluruh siswa ini dipusatkan di lapangan sekolah dan berjalan dengan lancar. Perjusa tahun ini mengusung tema pengembangan kemandirian dan keterampilan dasar kepramukaan bagi para siswa.

Ragam Kegiatan untuk Keterampilan dan Karakter

Berbagai kegiatan menarik disajikan untuk mengisi Perjusa. Salah satunya adalah kegiatan sandi yang melatih kecerdasan dan kemampuan memecahkan masalah. Para siswa juga berpartisipasi aktif dalam berbagai lomba yang mengasah sportivitas dan kerja sama tim. Tak hanya itu, kegiatan ibadah juga menjadi agenda utama, dengan seluruh peserta melaksanakan salat berjamaah di lapangan, dipimpin oleh guru-guru.

Sambutan Penuh Harapan dari Kepala Sekolah

Kepala MI Miftahul Huda 1, Bapak Taufiq, menyampaikan sambutan yang penuh semangat. "Saya berharap kegiatan Perjusa ini dapat meningkatkan kemandirian dan rasa percaya diri siswa," ujarnya. Beliau juga menambahkan bahwa kegiatan kepramukaan sangat penting untuk membentuk karakter siswa agar lebih disiplin dan bertanggung jawab.

Manfaat Jangka Panjang Menurut Guru

Senada dengan Bapak Taufiq, Ibu Erni, salah satu guru di sekolah, juga menyatakan bahwa kegiatan ini akan sangat berguna bagi para siswa di masa mendatang. "Keterampilan dan nilai-nilai yang didapat dari Perjusa ini akan menjadi bekal berharga bagi mereka," katanya. Guru-guru lain juga mengungkapkan rasa bangga atas tercapainya target pembinaan pramuka bagi siswa usia Madrasah Ibtidaiyah (MI).

Perjusa 2025 di MI Miftahul Huda 1 Kenep ini tidak hanya menjadi ajang belajar, tetapi juga momen untuk mempererat kebersamaan, membentuk karakter mandiri, dan menumbuhkan semangat kebangsaan pada siswa sejak dini.

Sunday, 10 August 2025

Dzikir dan Doa Bersama Idaroh Syu'biyah Bangil, TNI, dan Polri Sambut HUT RI ke-80

BANGIL – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, Idaroh Syu'biyah Bangil bekerja sama dengan TNI dan Polri menggelar acara dzikir dan doa bersama. Acara yang penuh dengan khidmat ini berlangsung di Graha PCNU Bangil dan dihadiri oleh ratusan jemaah, perwakilan dari berbagai lembaga, serta tokoh masyarakat.

Acara dimulai dengan pembacaan tawassul yang dipimpin oleh K. H. Mahmudi. Setelah itu, dilanjutkan dengan pembacaan istighosah dan doa bersama yang dipimpin langsung oleh K. H. Saifulloh Islami. Dalam doanya, beliau mengajak seluruh hadirin untuk mendoakan keselamatan, kemajuan, dan keberkahan bagi bangsa Indonesia.

Kolaborasi antara Idaroh Syu'biyah Bangil, TNI, dan Polri ini menunjukkan sinergi yang kuat antara ulama, umara, dan masyarakat dalam menjaga persatuan serta kesatuan bangsa. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk menumbuhkan rasa syukur atas nikmat kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan.

Acara dzikir dan doa bersama ini diharapkan dapat menjadi tradisi positif yang terus dilestarikan, sehingga semangat nasionalisme dan religiusitas senantiasa hadir dalam setiap perayaan kemerdekaan

Wednesday, 30 July 2025

Bakso Sakori Gununggangsir: Kenikmatan Abadi yang Melegenda

 


Beji, 31 Juli 2025 – Siapa tak kenal Bakso Sakori? Bagi pecinta kuliner bakso di Beji, nama ini sudah tidak asing lagi. Berlokasi strategis di dekat rel, Desa Gununggangsir, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, warung bakso ini bukan hanya sekadar tempat makan, melainkan sebuah destinasi yang menawarkan kenikmatan bakso legendaris yang tak lekang oleh waktu.

Bakso Sakori telah   menjadi ikon kuliner di wilayah Gununggangsir. Setiap harinya, warung ini tak pernah sepi pengunjung, mulai dari warga lokal hingga pelancong yang sengaja datang untuk mencicipi kelezatan baksonya. Rahasia di balik popularitasnya terletak pada cita rasa yang konsisten dan kualitas bahan baku yang selalu terjaga.

Setiap mangkuk Bakso Sakori disajikan dengan paduan bakso  yang disiram kuah bening nan gurih. Aroma kaldu sapi yang semerbak langsung menggoda selera begitu hidangan tiba di meja. Ditambah dengan taburan bawang goreng dan irisan seledri, kenikmatan Bakso Sakori semakin sempurna. Pengunjung juga bisa menambahkan sambal, saus, dan kecap sesuai selera untuk mendapatkan pengalaman rasa yang lebih personal.

Salah satu pelanggan setia, Ibu Salamah, mengungkapkan, "Saya sudah langganan di sini. Rasanya tidak pernah berubah, selalu enak dan bikin nagih. Kuahnya itu lho, pas banget gurihnya!"

Selain rasanya yang memikat, harga Bakso Sakori juga terbilang ramah di kantong, menjadikannya pilihan favorit bagi semua kalangan mulai harga Rp. 5.000-15.000. Tak heran jika warung ini sering menjadi tujuan utama untuk makan siang atau makan malam bersama keluarga dan teman.

Bagi Anda yang sedang berada di Beji  dan sekitarnya, atau bahkan melintas di jalur Pasuruan, jangan lewatkan kesempatan untuk mampir dan merasakan langsung kelezatan Bakso Sakori di Gununggangsir. Pengalaman kuliner yang memuaskan dijamin akan membuat Anda ingin kembali lagi dan lagi.

Perkuat Silaturahmi dan Sinergi, Jatman Bangil Gelar Rapat Koordinasi dan Buka Bersama di Ponpes Al Hamidi

BANGIL – Dalam rangka mempererat tali silaturahmi serta menyamakan persepsi program kerja, Jam’iyyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdli...